<p>Banyak orang mengalami gejala seperti perih di dada, mual, hingga sensasi terbakar di dada muncul saat mereka sedang stres atau gelisah. Kondisi ini bisa jadi pertanya naiknya asam lambung. Secara medis, kondisi naiknya asam lambung yang terjadi berulang dikenal sebagai gastroesophageal reflux disease (GERD).  Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gangguan kecemasan cenderung lebih sering mengalami gejala tersebut.<br /> Psikolog gastrointestinal Stephen Lupe, PsyD menjelaskan, rasa tidak nyaman dalam tubuh bisa memicu stres, dan sebaliknya stres dapat memperburuk kondisi fisik yang sudah ada.</p> <p>“Jika kamu merasakan ketidaknyamanan di tubuh, hal itu bisa menimbulkan stres. Dan stres tersebut kemudian dapat memperburuk kondisi fisik yang sudah terjadi,” tutur dia, disadur Everyday Health, Kamis (26/3/2026).<br /> <br /> Ketika seseorang mengalami gejala asam lambung, kondisi itu bisa memicu kecemasan. Namun di sisi lain, kecemasan juga dapat memperparah gejala tersebut. Stres dan cemas bisa memicu produksi asam lambung berlebih Secara fisiologis, kecemasan dapat memengaruhi sistem pencernaan, termasuk meningkatkan produksi asam lambung. Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat membuat otot di bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) menjadi lebih rileks.<br /> <br /> Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada. Selain itu, kecemasan juga dapat mengganggu pergerakan normal kerongkongan dalam mendorong makanan ke lambung, sehingga memicu refluks.<br /> <br /> Tak hanya itu, tingkat stres yang tinggi juga diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung secara langsung. Kombinasi dari faktor-faktor ini membuat gejala GERD lebih mudah muncul saat seseorang sedang cemas.<br /> <br /> Orang cemas lebih sensitif terhadap gejala lambung Menariknya, tidak semua orang yang merasa mengalami asam lambung tinggi benar-benar memiliki kondisi GERD secara medis. Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa sebagian pasien dengan kecemasan memiliki hasil pemeriksaan normal, tetapi tetap merasakan gejala yang kuat.<br /> <br /> Ahli gastroenterologi Fernando Herbella, MD menilai, kondisi ini berkaitan dengan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit. “Pasien dengan kecemasan atau depresi menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap sensasi nyeri,” ujarnya. Kondisi ini dikenal sebagai reflux hypersensitivity, di mana seseorang merasakan gejala seperti asam lambung naik meskipun secara medis tidak ada gangguan yang signifikan. Dengan kata lain, otak menjadi lebih peka terhadap sinyal dari tubuh, sehingga sensasi ringan pun terasa lebih intens.<br /> <br /> Mengelola cemas jadi kunci mengatasi asam lambung Karena hubungan antara kecemasan dan asam lambung sangat erat, para ahli menekankan pentingnya penanganan yang menyeluruh, tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga mental. Lupe menyarankan agar pengobatan tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga mengelola stres dan kecemasan.<br /> “Intervensi seperti terapi perilaku kognitif, meditasi mindfulness, dan teknik relaksasi dapat membantu mengurangi beban pada sistem saraf,” jelasnya. <br /> <br /> Selain itu, perubahan gaya hidup juga sangat penting untuk mengontrol gejala, seperti: Menghindari makanan pemicu (gorengan, kafein, cokelat) Makan dalam porsi kecil tapi sering Tidak langsung berbaring setelah makan Menjaga berat badan ideal Pendekatan ini membantu tubuh kembali seimbang, sehingga gejala asam lambung bisa lebih terkendali.<br /> <br /> <br /> Sumber: <a href="https://health.kompas.com/read/26C26210300668/benarkah-cemas-bisa-picu-asam-lambung-naik-ini-faktanya">https://health.kompas.com/read/26C26210300668/benarkah-cemas-bisa-picu-asam-lambung-naik-ini-faktanya</a>.<br /> <br /> <br />  </p>
Benarkah Cemas Bisa Picu Asam Lambung Naik? Ini Faktanya
29 Mar 2026